jam weaker_yas

PROPOSAL PENGARUH BEBERAPA MEDIA TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN ANGGREK (oncidium golden shower)


PENGARUH BEBERAPA MEDIA TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN  ANGGREK (oncidium golden shower)  DI KAWASAN LAMPINENG KOTA BANDA ACEH



BAB I
PENDAHULUAN

1.1.  LATAR BELAKANG

Inovasi adalah suatu perubahan yang melibatkan suatu metode sehingga dapat menghasilkan produk baru yang lebih berdaya guna. Inovasi media di tunjukkan kepada penemuan media baru yang mampu mendukung pertumbuhan tanaman dalam hal ini tanaman yang dimaksud adalah tanaman anggrek.
Anggrek merupakan tanaman hias yang bernilai estetika tinggi dan memiliki arti penting dalam perdagangan bunga. Selain karena bunganya yang indah dengan warna yang menarik, anggrek dapat dijadikan sebgai tanaman pot maupun maupun tanaman bunga potong.
Media pertumbuhan adalah wadah atau tempat berdiri atau hidupnya tanaman dan dari tempat mana diupayakan seluruh aktifitas fisiologi dan kebutuhan pertumbuhannya dapat terpenuhi. Tanaman anggrek cukup beragam namun misalnya anggrek golden shower dan anggrek douglas merupakan anggrek bersifat epifit, bukan aggrek tanah. Medianya bisa berupa akar pakis, arang, pecahan genting atau sabut kelapa. Pada prinsipnya semua merek pupuk bisa dipakai untuk anggrek. Yang penting diketahui adalah tanaman memerlukan nitrogen, fosfor, dan kalium, serta unsur-unsur mikro Fe, Zn, Mn, Pb dan Bo. Bila anggrek masih dalam fase pertumbuhan   maka peru diberi pupuk yang jadar P dan K nya rendah. Sebaiknya ketika anggrek memasuki masa generatif (pembungaan) anggrek perlu diberi pupuk yang kadar P dan K nya tinggi (Hasyim, 1995).
Media tanam yang umum digunakan untuk tanaman  anggrek adalah potongan arang, kompos, sabut kelapa dan sekam padi. Penggunaan arang untuk media anggrek sangat umum dijumpai sebab mendapatkan dan mengerjakannya lebih mudah serta sederhana.namun saat ini mulai terjadi kesukaran mendapatkan arang dan harganya sudah mahal, dapat terjadi peningkatan harga hingga 100% dalam waktu setahun.
Dirasakan perlu adanya untuk mengurangi modal kerja/ produksi atau tersedia media pengganti yang lebih murah. Pemikiran inovatif adalah membuat limbah kayu gergajian dari panglong kayu, yang diperkaya dengan pupuk dan dibentuk briket untuk menggantikan potongan arang sebagai meddia alternatif bagi pertumbuhan anggrek.
Pembuatan media dari serbuk gergaji sangat murah dibandingkan dengan arang. Selain itu unsur hara yang dikandung serbuk kayu belum hilang dan lebih besar dibandingkan dengan arang karena telah diperkaya dengan campuran pupuk yang kemudian dibentuk briket lalu dikeringkan menjadi media anggrek siap pakai.




1.2.  Rumusan Masalah
-          Jenis media apa saja  yang cocok untuk anggrek oncidium
-          Apa saja mamfaat yang diperoleh dengan media tersebut

1.3.  Tujuan Penelitian
-          Untuk mengetahui pertumbuhan tanaman anggrek oncidium golden shower pada beberapa jenis media.
-          Untuk mengetahui pengaruh intensitas pemupukan terhadap pertumbuhan tanaman anggrek oncidium golden shower
-          Untuk mengetahui interaksi antara media dan intensitas pemupukan terhadap pertumbuhan tanaman anngrek oncidium golden shower

1.4.  Manfaat Penelitian
-          Sebagai imformasi bagi yang membutuhkan
-          Sebagai salah satu syarat untuk mendapat gelar sarjana di fakultas keguruan dan ilmu pendidikan .

1.5.  Ruang Lingkup Penelitian
Ruang lingkup dalam penelitian ini mencakup morfologi tumbuhan, taksonomi tumbuhan, botani tingkat tinggi, dan ekologi tumbuhan.




BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

Tanaman anggrek dibedakan dalam dua tipe pertumbuhan yaitu monopodial dan sympodial. Anggrek monopodial mempunyai pertumbuhan suatu batang utama yang terus-menerus tumbuh pada puncaknya. Contohnya: anggrek genus aerides, vanda dan phaleonopsis. Anggrek sympodial mempunyai pertumbuhana batang uta,ma mencapai pertumbuhan penuh sehingga batang utama lebih dari satu. Contohnya : dendrobium, cattleya dan oncidium.
Klasifikasi tanaman anggrek  adalah sebagai berikut :
Kingdom         : Plantae
Divisio             : magnoliophyta
Kelas               : Liliopsida
Ordo                : Orchidales
Famili              : Orchidaeceae (suku anggrek-anggrekan)
Genus              : Oncidium
Spesies            : Oncidium golden shower
Tanaman anggrek merupakan salah satu tanaman hias yang memiliki prospek besar dalam mendapatkan keuntungan yang besar. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya jumlah pengusaha tanaman hias anggrek dikota Banda Aceh.
Tanaman anggrek memerlukan temperatur 21- 25c pada siang daan malam hari antara 18-21 C. Oncidium golden shower dapat tahan/ toleran terhadap panas selama jangka waktu yang panjang dan waktu-waktu dingin yang singkat.  Kemasaman media (ph) yang baik untuk tanaman anggrek berkisar antara 5-6 sedangkan kelembaban yang diperlukan untuk anggrek berkisar 60-85%. Fungsi kelembaban yang tinggi bagi tanaman antara untuk menghindari penguapan yang terlalu tinggi (Sutiyoso dan Sarwono, 2004).
Kebutuhan cahaya matahari untuk siap varietas anggrek berbeda-beda. Anggrek efifit pada umumnya membutuhkan intensitas cahaya matahari rendah, yakni 25-50 C. Sementara itu, anggrek tanah membutuhkan penyinaan lebih tinggi, yakni 60-75 C, bahkan ada yang membutuhkan cahaya matahari penuh.
Adapun faktor-faktor yang menentukan pembungaan anggrek adalah
1.    Faktor genetis, serangkaian gen yang mengendalikan pertumbuhan tanaman. Rangkaian gen tersebut berpengaruh ada bentuk dan sifat tanaman, seperti ketahanan terhadap serangan penyakit, ketahanan hidup di berbagai tempat, kecepatan tumbuh dan rajin tidaknya berguna.
2.    Faktor fisiologi, segala aktifitas yang berkaitan lansung dengan fungsi dan kegiatan yang menunjang pembungaan tanaman anggrek, seperti kondisi kesehatan dan umur tanaman.
3.    Faktor lingkungan, komponen yang berpengaruh antara lain kelembapan, udara, suhu dan sinar matahari.
Tanaman anggrek dapat menyesuaikan diri dengan media apa saja, yang penting penyiramannya memadai dan pemupukannya tepat untuk setiap jenis. Di daerah yang banyak hujan deengan kelembapan tinggi, pemakaian media yang dapat menyimpan air tidak di anjurkan karena media akan selalu basah dan dapat menyebabkan kebusukan pada akar.
Media Tanam
            Media tanam yang digunakan harus sesui dengan jenis tanaman yang ingin di tanam karena medioa tanam harus dapat menjaga kelembaban daerah sekitar akar, menyediakan cukup udara dan dapat menahan ketersediaan unsur hara. Media tanam dibedakan menjadi bahan organik yaitu : arang, kompos, sabut kelapa dan sekam padi sedangkan media berasal dari bahan organik antara lain: gel, kerkil, pecahan batu bata dan spons.
Arang bisa berasal dari kayu atau batok kelpa. Media tanam ini sangat cocok digunakan untuk tanaman anggrek di daerah kelembaban tinggi. Hal ini di karenakan arang kurang mampu mengikat air dalam jumlah banyak dan anggrek tidak suka kondisi yang terlalu basah. Selain itu, bahan media ini juga tidak mudah lapuk sehingga sulit ditumbuhi jamur atau cendawan yang dapat merugikan tanaman namun cendrung miskin akan unsur hara. Tetapi saat ini terasa semakin sulit mendapatkan kayu bakar untuk membuat arang.
Media potongan sabut kelapa yang digunakan sebagai media haruslah dibersihkan terlebih dahulu kemudian dipres dan dipotong menjadi kepingan. Sebelum digunakan harus direndam lebih dahulu untuk menghilangkan sisa garam yang terdapat pada sabut. Daya penyimpanan airnya sangat baik dan mengandung unsur-unsur hara yang diperlukan. Jika terbiasa sering menyiram, maka jangan menggunakan media yang sangat baik mengikat air, untuk anggrek jenis oncidium karaena akan menyebabkan akar mejadi busuk karena kerbanyakan air.
Kelebihan sabut kelapa sebagai media tanam lebih dikarenakan karateristiknya yang mampu mengikat dan menyiram air dengan kuat, sesuai untuk daerah panas, dan mengandung unsur-unsur hara essensial seperti kalsium, magnesium, kalium, natrium, fosfor (Ragam Media Tanam, 2008)
Proses pelapukan kayu berlangsung lambat, karena kayu banyak mengandung senyawa-senyawa yang sulit terdekompoisisis seperti selulosa, lignin dan hemiselulosa oleh karena itu dibutuhkan penghalusan ukuran dalam hal ini secara kebetulan terajadi melalui proses penggergajian. Serutan kayu atau potongan kayu yang murni kurang sesuai untuk media anggrekj karena memiliki aerase dandrainase yang sangat proreus, sehingga daya simpan airnya kurang baik dan miskin akan unsur hara. Ioleh karenba itu perlu adanya aplikasi atau pengayaan pupuk kedalam serbuk gergaji untuk meningkatkan unsur hara pada media.
Pemupukan
Pupuk atau media dalam bentuk pelet merupakan konsentrat dalam bentuk kering dengan kadar air lebih rendah dari 20%. Untuk tanaman seperti anggrek media ini sangat sesuai karena pelepasan hara bersifat slow release sehingga penggunaannya lebih efiseien (musnamar, 2003). Serbuk kayu gergaji dapat mensuplai hara N, P, dan K serta menaikkan PH tanah pada percobaan terhadap pertumbukan tanaman kedelai.
Penggunaan pupuk yang efektif perlu mempertimbangkan banyak hal, bagi media kering seperti, arang maka pemberian sekaligus bisa tak berguna karena daya ikat media yang rendah. Pemberian berkala dan bagu merata dengan cara penyemprotan akan lebih bail dari pada diletakkan ditempat.















BAB III
METODOLOGI PENELITIAN

3.1.  Lokasi dan waktu penelitian
Penelitian ini dilaksanakan dikawasan Lampineung, Kota Banda Aceh. Pada bulan Februari sampai dengan Agustus 2012
3.2. Bahan dan Alat
            Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Arang berukuran diameter  5 cm , Sabut kelapa yang dihaluskan, Sekam padi mentah, Serbuk gergaji yang berasal dari panglong kayu, Bahan perekat seperti semen putih, Lem kanji, Air,  Mineral, Pupuk cair bayfolan sebagai jenis pupuk yang digunakan dalam perlakuan, Pupuk growmore sebagai pupuk dasar dan bahan-bahan yang mendukung penelitian.
            Dan Alat yang di gunakan adalah Pot liat yang memiliki ukuran yang seragam untuk tempat media, Cangkul, Plastik, Alat ukur/ timbangan, Pengaduk dan wadahnya
3.3. Metode Penelitian
3.4. Metode Pengumpulan Data
Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok faktorial, yaitu model liniar rancangan acak kelompok (RAK) :
Yijk = µ + αi + βj +Hk + (αβ) jk + € ijk
Dimana :
Yijk                 : Hasil pengamatan pada ulangan taraf ke- penggunaan media anggrek pada taraf ke-j dan perlakuan pupuk cair pada taraf ke –k
µ                      : Nilai tengah umum
αi                     : Pengaruh ulang ke- i
βj                     : Pengaruh penggunaan media anggrek pada taraf ke-j
Hk                   : Pengaruh pemberian pupuk cair
(αβ) jk              : Pengaruh interaksi antara media anggrek pada taraf ke –i













DAFTAR PUSTAKA

Balai penelitian hias,  2002. Peningkatan mutu dan produktifitas anggrek. Badan penelitian dan pengembangan pertanian departemen pertanian.
Dirdjopranoto, S. 2001. Pertumbuhan bibit hibrida dalam kompot, interaksi kerapatan tanaman dan kadar pupuk. Universitas janabadra. Yokyakarta.
Ginting, B. prasetio, W dan Sutater, T. 2001. Pengaruh pemberian media, dan pemupukan terhadap pertumbuhan anggrek. Balai penelitian Tanaman Hias. Jakarta.
Sanda, E. 2001. Membuat anggrek rajin berbunga. Agro Media Pestaka. Jakarta.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

FOTOSINTESIS


A.    FOTOSINTESIS
Tahukah  kamu bagaimana tumbuhan hijau  memperoleh nutrisi atau makanan? Tumbuhan hijau memperoleh makanan dengan fotosintesis. Fotosintesis adalah proses kimia yang terjadi pada  tumbuhan hijau dengan bantuan energi sinar matahari untuk  membentuk gula atau karbohidrat dan oksigen dari karbon  dioksida dan air. Hasil fotosintesis berupa karbohidrat dan oksigen. Karbohidrat inilah yang menjadi nutrisi bagi tumbuhan. 
Karbohidrat digunakan sebagai sumber energi dan bahan untuk membuat senyawa lain yang dibutuhkan tumbuhan. Sebagian dari karbohidrat ini disimpan sebagai cadangan  makanan di dalam akar, batang, buah, atau biji.  Dalam akar misalnya kentang, dalam batang misalnya tebu,  dalam  buah seperti durian, rambutan, dan pepaya, dalam  biji  misalnya kacang hijau. Jika tumbuhan dimakan hewan atau manusia, maka terjadi perpindahan energi dari energi matahari menjadi energi kimia dalam tumbuhan  kemudian  berpindah  ke tubuh hewan atau manusia. Jika hewan itu dimakan  hewan  lain, maka akan disertai pula dengan  perpindahan  energi. Jadi sumber energi utama bagi kehidupan di bumi ini adalah matahari.
Selain menghasilkan  zat makanan pada tumbuhan,  proses ini juga menghasilkan oksigen yang dibutuhkan bagi pernafasan  manusia. Fotosintesis juga berjasa menghasilkan oksigen di atmosfer bumi. Jadi apa yang kalian ketahui tentang fotosintesis ? dan bagaimana proses fotosintesis tersebut ?

B.     REAKSI KIMIA PROSES FOTOSINTESIS













Fotosintesis adalah  proses pembentukan karbohidrat dari karbon dioksida (CO) dan air (H2O) dengan bantuan sinar matahari. Tumbuhan mampu melakukan fotosintesis karena mempunyai sel-sel yang mengandung klorofil (zat hijau daun).   
Dalam fotosintesis, energi cahaya matahari diserap oleh klorofil dan diubah menjadi energi kimia yang disimpan dalam bentuk karbohidrat atau senyawa organik lainnya. Di dalam tumbuhan  karbohidrat diubah  menjadi protein, lemak, vitamin, atau senyawa  yang lain. Senyawa-senyawa organik ini selain dimanfaatkan oleh tumbuhan itu sendiri, juga dimanfaatkan oleh manusia dan hewan herbivora sebagai bahan makanan. Fotosintesis melibatkan banyak reaksi kimia yang kompleks. Secara sederhana, reaksi kimia yang  terjadi  pada proses  fotosintesis dapat dituliskan sebagai berikut.
6CO2 + 6H2O                C6H12O6 + 6O2
(karbon dioksida) (air)                                          (glukosa)      (oksigen)










Secara garis besar, proses berlangsungnya fotosintesis dapat diuraikan sebagai berikut :
a.    Cahaya mencapai sel-sel daun yang mengandung klorofil.
b.    Klorofil menyerap energi cahaya dan mengubahnya menjadi energi kimia.
c.    Karbon dioksida (CO2), diambil oleh tumbuhan dari udara bebas melalui stomata (mulut daun) dan masuk ke dalam daun daun. Selanjutnya, karbon dioksida tersebut menyebar di antara sel-sel daun.
d.   Akar menyerap air yang dibutuhkan tanaman untuk proses fotosintesis. Air tersebut mengalir dari akar menuju batang kemudian ke daun.
e.    Molekul air dipecah oleh energi cahaya menjadi oksigen dan hidrogen. Molekul hidrogen bergabung dengan molekul CO2 membentuk glukosa.
f.     Hasil fotosintesis berupa glukosa dan oksigen.

C.    FOTOSINTESIS SEBAGAI SUMBER ENERGI BAGI MAKHLUK HIDUP LAIN
Kamu hidup di planet yang kadang-kadang disebut planet hijau. Mengapa demikian? Ratusan hektar di atas permukaan tanah di bumi ini tampak hijau. Sebagian besar warna hijau ini berasal dari daun tumbuhan. Gas yang dikeluarkan dari hasil fotosintesis oleh seluruh daun membuat bumi menjadi lingkungan yang sempurna bagi manusia dan seluruh makhluk hidup lain yang memerlukan oksigen untuk proses respirasinya.
Tanpa fotosintesis, sebagian besar makhluk hidup di muka bumi akan lenyap. Tikus, kelinci, bajing, dan ikan seperti halnya manusia akan mati. Mengapa demikian? Daun merupakan organ tumbuhan penghasil utama makanan. Makanan dihasilkan oleh daun dan disimpan untuk dimakan oleh hewan. Pemakan tumbuhan mencerna makanan yang berasal dari tumbuhan dan digunakan untuk menghasilkan energi bagi seluruh proses kehidupannya.
Tumbuhan yang dimakan hewan merupakan sumber energi bagi hewan yang makan hewan lain. Burung menggunakan energi dari ulat untuk pertumbuhan dan proses-proses kehidupan yang lain. Energi pada ulat berasal dari daun-daun tumbuhan yang dimakannya. Sebelumnya daun tumbuhan menangkap energi dari sinar matahari.
Apa yang terjadi jika semua tumbuhan mati? Kamu dapat memperkirakan bahwa semua konsumen pemakan tumbuhan juga akan mati. Mereka mati sebab tumbuhan sebagai tempat penghasil makanan mati. Jika tidak ada lagi serangga atau hewan lain pemakan tumbuhan seperti kelinci dan sapi, maka konsumen pemakan serangga atau hewan lain itu akan segera mati pula.

D.    TAHAPAN FOTOSINTESIS
 Proses fotosintesis berlangsung dalam dua tahap :
1.         Reaksi Terang
 Di dalam  reaksi terang, tumbuhan menangkap air dan CO2  kemudian  mengolahnya menggunakan sumber energi cahaya matahari yang ditangkap oleh klorofil. Selanjutnya, gula dan  air tersebut dengan bantuan sinar matahari diubah menjadi gula (glukosa), O2 , dan uap air. O2 dan uap air dikeluarkan dari dalam tubuh tumbuhan, sedangkan gula dijadikan bahan makanan tumbuhan tersebut.
Mengapa kita merasa segar jika berada di bawah pohon pada waktu siang hari? Hal itu disebabkan karena proses fotosintesis pada pohon tersebut  menghasilkan O2 dan H2O (uap air) yang menjadikan udara lebih segar.
2.      Reaksi gelap
Reaksi gelap (siklus Calvin) terjadi di dalam stroma (rongga daun). Pada siklus Calvin, H2 yang terlepas dari molekul air (H2O) akan diikat oleh NADP dan terbentuklah NADPH2, sedang O2 tetap dalam keadaan bebas. Padareaksi gelap terjadi seri reaksi siklik (berulang) yang membentuk gula dari CO2 dan energi (ATP dan NADPH). Reaksi ini tidak membutuhkan cahaya.Energi yang digunakan dalam siklus Calvin diperoleh dari reaksi terang. Ketika berlangsung reaksi gelap terjadi proses respirasi seluler. Glukosa yang diperoleh pada reaksi terang digunakan oleh tanaman untuk membentuk senyawa organik lain seperti selulosa yang merupakan komponen utama tubuh tumbuhan dan dapat pula digunakan sebagai bahan bakar.

E.     BAGIAN DAUN YANG BERPERAN DALAM FOTOSINTESIS










            Daun yang mengandung kloroplas berperan untuk proses fotosintesis. Jaringan-jaringan pada daun yang banyak mengandung klorofil, yaitu palisade parenkim  (jaringan pagar). Oleh karena itu, bagian palisade parenkim berperan penting di dalam fotosintesis, karena memiliki jumlah klorofil paling banyak. Jaringan spons juga memiliki klorofil tetapi tidak sebanyak pada palisade parenkim. Jaringan spons parenkim dan palisade parenkim merupakan daerah mesofil. Jadi, daerah mesofil berperan penting dalam fotosintesis.
F.     FAKTOR- FAKTOR YANG MEMENGARUHI FOTOSINTESIS
Tumbuhan dalam melaksanakan fotosintesis sangat dipengaruhi oleh faktor-faktor sebagai berikut.
a.    Cahaya Matahari
            Cahaya matahari merupakan sumber energi yang paling besar dan tidak akan habis. Semua makhluk hidup sangat tergantung dari sumber energi tersebut. Proses fotosintesis tidak akan berjalan tanpa sinar matahari karena klorofil tidak mampu mereaksikan air dan karbon dioksida. Cahaya akan diserap pada bagian mesofil daun yang banyak mengandung klorofil.
b.   Klorofil
Daun berwarna hijau karena mengandung klorofil. Klorofil merupakan bagian yang sangat penting, karena klorofil mampu mengubah energi matahari menjadi energi kimia sehinggaproses fotosintesis dapat berjalan.
c.    Air (H2O)
Air yang cukup sangat dibutuhkan dalam proses fotosintesis. Jika kekurangan air daun-daun akan layu, sel-sel tumbuhan akan kekurangan air sehingga protoplasma dalam sel kering, terutama pada daun. Hal ini mengakibatkan mulut daun (sto-mata) menutup, akibatnya bahan pokok yang lain yaitu karbon dioksida (CO2) tidak dapat berdifusi masuk ke dalam daun, sehingga proses fotosintesis tidak berjalan.
d.   Karbon dioksida (CO2)
Karbon dioksida (CO2) yang ada di udar merupakan komponen yang penting selain air untuk proses fotosintesis. Karbon dioksida masuk ke daun melewati stomata.
e.    Oksigen (O2)
Kadar oksigen di udara lebih banyak dibanding dengan kadar karbon dioksida (CO2). Jika kadar O2 meningkat di udara, hal tersebut dapat menghambat proses fotosintesis, karena adanya persaingan antara oksigen dan karbon dioksida dalam mendapat hidrogen.
f.     Suhu
Setiap makhluk hidup membutuhkan suhu optimal agar dapat hidup dengan baik. Jika suhu terlalu panas maka enzim-enzim yang ada akan rusak tetapi jika suhu terlalu dingin pun enzim-enzim tidak berfungsi. Agar dapat bekerja dengan baik dibutuhkan suhu sekitar 10 – 350 C. Coba perhatikan udara yang ada di daerah pegunungan. Di samping udaranya lembap,suhunya juga sesuai, maka proses fotosintesis akan berjalan baik. Oleh karena itu, di pegunungan terasa sejuk dan segar.
G.    PENGAMBILAN ZAT- ZAT OLEH TUMBUHAN DARI  LINGKUNGAN
Pernahkah anda memikirkan bagaimana caranya udara dan air masuk ke dalam tubuh tumbuhan? Semua sel tumbuhan dikelilingi oleh selaput atau membran. Membran sel tidak dapat dilalui oleh semua zat. Membran sel berfungsi seperti tirai kasa di jendela rumahmu yang dapat dilalui udara tetapi tidak dapat dilalui benda-benda yang besar seperti serangga atau kerikil bahkan nyamuk. Bagaimana zat-zat tertentu dapat melalui membran sel?
a.         Difusi
 Difusi merupakan perpindahan partikel zat dari larutan berkonsentrasi tinggi ke larutan berkonsentrasi rendah. Contoh yang sederhana adalah pemberian gula pada cairan teh tawar, lambat laun cairan teh menjadi manis. Perhatikan Gambar 2.


Gambar 2 Proses Difusi



Gambar di atas menunjukkan perpindahan konsentrasi larutan yang lebih tinggi ke konsentrasi larutan yang lebih rendah sampai terjadi keseimbangan dinamis.
Peristiwa difusi pada tumbuhan sangat penting untuk keseimbangan hidup tumbuhan. Karbon dioksida (CO2) dan oksigen (O2) diambil oleh tumbuhan dari udara melalui proses difusi. Pengambilan air dan garam mineral oleh tumbuhan dari dalam tanah, salah satunya melalui proses difusi. Difusi zat dari dalam tanah ke dalam tubuh tumbuhan  disebabkan konsentrasi garam mineral di tanah lebih tinggi daripada di dalam sel. Demikian juga gas CO2 di udara masuk ke dalam tubuh tumbuhan karena konsentrasi CO2 di udara lebih tinggi daripada di dalam sel tumbuhan. Sebaliknya, O2 dapat berdifusi keluar tubuh tumbuhan jika konsentrasi O2 dalam tubuh tumbuhan lebih tinggi akibat adanya fotosintesis dalam sel.
b.        Osmosis
Osmosis adalah difusi pelarut melalui membran. Untuk memahami tentang osmosis.






Proses Osmosis
Pada gambar diatas, air akan berpindah dari B (larutan yang konsentrasi airnya tinggi) menuju A (larutan yang konsentrasi airnya rendah) melalui membran semi permeabel sehingga diperoleh hasil larutan isotonis, yaitu konsentrasi air sama untuk dua larutan antara A dan B, walaupun hasil akhirnya nanti volume antara A dan B berbeda. Keadaan di atas terjadi juga pada peristiwa osmosis pada penyerapan air tanah ke dalam sel akar. Jika sel dimasukkan ke dalam larutan isotonis, bentuk sel tetap karena keadaan seimbang. Akan tetapi, jika sel tumbuhan berada dalam larutan hipertonis (konsentrasi larutan lebih tinggi daripada cairan sel), air dalam plasma sel akan berosmosis keluar sehingga sel mengerut/menyusut.
c.         Transpor aktif
 Pada sel-sel akar tumbuhan terdapat penumpukan mineral. Artinya, konsentrasi mineral di dalam sel lebih tinggi daripada di luar sel, atau potensial air di luar sel lebih tinggi dibandingkan dengan potensial air di dalam sel. Oleh karena itu, osmosis dari luar sel ke dalam sel tetap berlangsung untuk mencegah plasmolisis. Akan tetapi, keadaan ini menghambat pengambilan mineral dari luar ke dalam sel melalui difusi, terutama karena membran sel memiliki permeabilitas yang sangat rendah. Untuk mengatasi hal tersebut, diperlukan transpor aktif yang melibatkan energi dari ATP agar ion-ion dapat masuk ke dalam sel. ATP adalah molekul pembawa energi di dalam sel.
Transpor aktif merupakan transpor partikel-partikel melalui membran semipermeabel yang bergerak melawan gradien konsentrasi yang memerlukan energi dalam bentuk ATP. Transpor aktif berjalan dari larutan yang memiliki konsentrasi rendah ke larutan yang memiliki konsentrasi tinggi, sehingga dapat tercapai keseimbangan di dalam sel. Adanya muatan listrik di dalam dan luar sel dapat mempengaruhi proses ini, misalnya ion K+, Na+ dan CL - .

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

You can replace this text by going to "Layout" and then "Page Elements" section. Edit " About "

Powered By Blogger

Hot on this blog

Configure your calendar archive widget - Edit archive widget - Flat List - Newest first - Choose any Month/Year Format

Followers

About Me

Foto Saya
dian meutia putry
banda acheh, acheh, Indonesia
ku persembahkan semuanya untuk kasih dan cinta demi menggapai sebuah kebahagian yang akan kumiliki selamanya...
View my complete profile