jam weaker_yas

PERILAKU REPRODUKSI PADA MAMALIA


D. KELAS MAMALIA
PERILAKU REPRODUKSI PADA MAMALIA
Ciri dan aktifitas organ seksual jantan umumnya di tampilkna dalam bentuk pembesaran testes, timbulnya perilaku seksual yang sangat khas, perubahan warna rambut atau bau badan, serta penammpak assesori anggota tubuh yang snagat khas. Ukuran testes panjang x lebar sertaa kebeeradaan spermatozoa yang dapat  membuahi merupakan indicator yang paling akurat untuk aspek kematangan organ seksual. Dalam penentuan ukuran testes, kondisi pengukuran yang umum di lakukan adalah lingkaran skrotum.
Pada satwa hidup, testes yang besar,konsistensi padat , menggelembung,  dalam skrotum mudah terlihatdan cauda epididirmis yang terlihat melingkar menunjukkan satwa tersebut dalam posisi aktif secara reproduksi. Sedangkan testes yang berukuran relative lebih kecil dari normal, konsistensi lembek dan kadangkala testes berada di dalam abdominal, tidak seperti seharusnya, menanndakan satwa sedang tidak dalam keadaan aktif reproduksi. Testes pada kelelawar yang sedang tidak aktif beroproduksi terlihat menyusut atau naik keatas abdomen. Untuk mengetahui kualitas sperma suatu jenis satwa yang masih dalam keadaan hidup,koleksi sperma secara paksa diperlukan. Metode koleksi sperma dapat dilakukan dengan beberapa cara antara lain,melalui penggunaan vagina buatan. Masase atau elektroejakulator. Tapi pada stwa yang telah mati pengamatan secara seksama namun hasilnya terbatas dapat dilakukan dengan cara membelah jaringan testes berupa pemotongan secara longitudinal yterhadap cauda epidydymis dan melakukan koleksi sperma yang masih tersisa di alat reproduksi lewat cara pembilasan atau pun lewat cara penajajahan jaringan.alternatif lainnya adalah melalui pengamatan secara histology. Sebelumnnya dapat dilakukan dengan pengukuran marfometri terhadap semua organ dan kalenjer reproduksi. Guna kepentingan analisis hormone, cara yang paling akurat dan umum di lakukan adalah melalui pengumpulan sampel darah. Cara lain secara tidak langsung adalah lewat pengumpulan urin dan fesesuntuk kemudian di analisismetabolit steroid dari hormone reproduksi.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

PERILAKU REPRODUKSI PADA REPTIL ( KADAL )


C. KELAS REPTIL
PERILAKU REPRODUKSI PADA REPTIL ( KADAL )
Musim kawin terjadi antara bulan Mei dan Agustus, dan telur komodo diletakkan pada bulan September. Selama periode ini, komodo jantan bertempur untuk mempertahankan betina dan teritorinya dengan cara "bergulat" dengan jantan lainnya sambil berdiri di atas kaki belakangnya. Komodo yang kalah akan terjatuh dan "terkunci" ke tanah. Kedua komodo jantan itu dapat muntah atau buang air besar ketika bersiap untuk bertempur. Pemenang pertarungan akan menjentikkan lidah panjangnya pada tubuh si betina untuk melihat penerimaan sang betina. Komodo betina bersifat antagonis dan melawan dengan gigi dan cakar mereka selama awal fase berpasangan. Selanjutnya, jantan harus sepenuhnya mengendalikan betina selama bersetubuh agar tidak terluka. Perilaku lain yang diperlihatkan selama proses ini adalah jantan menggosokkan dagu mereka pada si betina, garukan keras di atas punggung dan menjilat. Kopulasi terjadi ketika jantan memasukan salah satu hemipenisnya ke kloaka betina. Komodo dapat bersifat monogamus dan membentuk "pasangan," suatu sifat yang langka untuk kadal.
Betina akan meletakkan telurnya di lubang tanah, mengorek tebing bukit atau gundukan sarang burung gosong berkaki-jingga yang telah ditinggalkan. Komodo lebih suka menyimpan telur-telurnya di sarang yang telah ditinggalkan. Sebuah sarang komodo rata-rata berisi 20 telur yang akan menetas setelah 7–8 bulan. Betina berbaring di atas telur-telur itu untuk mengerami dan melindunginya sampai menetas di sekitar bulan April, pada akhir musim hujan ketika terdapat sangat banyak serangga.Di samping proses reproduksi yang normal, terdapat beberapa contoh kasus komodo betina menghasilkan anak tanpa kehadiran pejantan (partenogenesis), fenomena yang juga diketahui muncul pada beberapa spesies reptil lainnya seperti pada Cnemidophorus.
Diduga bahwa adaptasi reproduktif semacam ini memungkinkan seekor hewan betina memasuki sebuah relung ekologi yang terisolasi (seperti halnya pulau) dan dengan cara partenogenesis kemudian menghasilkan keturunan jantan. Melalui perkawinan dengan anaknya itu di saat yang berikutnya hewan-hewan ini dapat membentuk populasi yang bereproduksi secara seksual, karena dapat menghasilkan keturunan jantan dan betina.   Meskipun adaptasi ini bersifat menguntungkan, kebun binatang perlu waspada kerena partenogenesis mungkin dapat mengurangi keragaman genetika.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

PERILAKU REPRODUKSI PADA AMPHIBI



. KELAS AMPHIBI
PERILAKU SEBELUM REPRODUKSI PADA AMPHIBI



 
Ternyata hal tersebut juga benar dan berlaku di dunia hewan khususnya amfibi.
Para peneliti menemukan bahwa amfibi di seluruh muka bumi melakukan pesta kawin pada saat bulan purnama. Walaupun belum banyak diketahui, tetapi fenomena ini terjadi secara global. Semua spesies amfibi seperti katak, kodok, dan salamander melakukan aktivitas perkawinannya selama periode itu.
Pergerakan bulan yang tengah berada pada fase penuh umum dimanfaatkan hewan. Amfibi pun menggunakan siklus ini untuk mengumpulkan spesies katak jantan dan betina dalam waktu yang sama. Dengan demikian, potensi kesuksesan pembuahan telur dapat dimaksimalkan. 3 fase hidup pada amfibi yang dipengaruhi perputaran bulan, yakni fase pembiakan (breeding site), fase perkawinan (mating site), dan fase bertelur (spawning site). Spesies katak biasa Bufo bufo melakukan ketiga fase ini selama masa bulan purnama. Begitu pula dengan spesies katak Jawa Bufo melanostictus, yang melakukan fase perkawinannya dalam periode bulan purnama, di mana katak betina melakukan ovulasi pada saat berdekatan atau di waktu yang sama. Sementara spesies katak Rana temporaria melakukan fase bertelur pada bulan purnama. Perkawinan kadal juga dipengaruhi siklus bulan walaupun hasil yang ditunjukkannya tidak sejelas pada katak.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

SOLUSI BAGI MASLAH RAMBUT


Kusam, rontok, ketombe, penipisan, beberapa masalah yang terjadi pada rambut tak ada salahnya jika kita mengatasinya dengan cara herbal agar bisa digunakan secara rutin. Tanaman-tanaman berkhasiat ini dapat ditanam di halaman rumah. Penyiraman yang rutin dan tidak berlebihan adalah kunci pemeliharaan tanaman-tanaman ini, berikut beberapa di antaranya.


1.       1. PANDAN WANGI 



      Tanaman bernama latin pandanus amaryllifolius yang memiliki aroma khas ini lazim digunakan sebagai pewangi makanan. Padahal kandungan alkaloida, saponin, flavonoida, tamin dan polifenol di daunnya membuannya berkhasiat mengatasi kerontokan, ketombe juga bis amenghitamkan rambut. Embunkan semalam air hasil rebusan daun pandan wnagi, lalu campur dengan persasan tiga buah mngkudu untuck mencuci rambut. Lakukan tiga kali seminggu untuk menghitamkan rambut.
2.       Tanaman mangkokan
Tanaman ini dulu mudah ditemukan dihalaman rumah. Daun segar mangkokan dengan nama latinn nothopanax scutellarium memiliki sifat anti inflamasi, anti radang, peluruh air seni dan anti rontok rambut. Hasil perasan daun mangkokan ditamabah minyak kelapa dapt dijadikan minyak rambut untuk mengatasfi kerontokan.
3.       Lidah buaya
Siapa tak kenal tam=naman ini?. Mudah dipelihara dengan nama latin aloevera. Mengandung zat aloin, barbaloin, isorbabaloin, alo-emodin, aloinin, aloisin. Daging pada daunnya tidak hanya enak dijadikan minuman namun juga dapat menyuburkan rambut. Gosokkan kekulit kepala diamkan semalam lalu bilas. Lakukan setiap hari selama tiga bulan.
4.       Jeruk perut
Sering digunakan dalam masasakan, pemilik nama latin citrus hytrix, dapat mengatasi aroma tak sedap pada rambut. Gunakan buahmya yang berkulit berkerut dan berbenjol-benjol tersebut. Air hasil perasan perutan buah segarnya dapat digosok pada rambut setelah keramas, agar rambut jadi wangi dan menghilangkan ketombe.
5.       Mimba
Tanaman ini sangat kaya kandungan zat kimia, pemilik nama latin azadiracta indica memiliki daun, biji, kulit kayu dan kayu yang berkhasiat. Air hasil rebusan beberapa lembar daun mimba dapat digunakan untuk kermas agar ketombe hilang.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

PERILAKU REPRODUKSI PADA PISCES

KELAS PISCES :
PERILAKU  REPRODUKSI PADA PISCES
Salah satu segi terpenting pada makhluk hidup adalah kemampuannya mengembangbiak (reproduksi). Reproduksi makhluk hidup merupakan suatu proses dalam usaha mempertahanka beradaan jenisnya di alam. Ada dua cara beda pada makhluk hidup dalam  membentuk keturunan, yaitu reproduksi secara seksual dan secara aseksual. Reproduksi secara seksual terjadi karena karena bertemunya gamet (sperma) dengan gamet  betina (ovum) sedangkan pada reproduksi aseksual, keturunan yang terbentuk tanpa  proses pembuahan (KIMBALL 1994).
Ikan merupakan salah satu makhluk yang secara umum bereproduksi secara seksual, dalam proses reproduksinya, ikan mempunyai tingkah laku dan tata cara yang berbeda-beda, mulai dari tingkah laku meminang dan kawin, memijah, sampai penjagaan terhadap anak-anaknya. Pada tulisan ini, diuraikan mengenai tingkah laku reproduksi ikan tersebut. Pola Reproduksi pada Ikan , jantan dan betina merupakan individu yang  terpisah, untuk kemudian mereka harus bertemu atau bersama-sama pada masa kawin (reproduksi) . Reproduksi seksual pada ikan dibedakan menjadi dua macam, yaitu reproduksi secara internal dan reproduksi secara eksternal.
 Tingkah Laku Meminang dan Kawin pada Ikan
Ikan mempunyai cara yang berbeda-bedadalam tingkah laku meminang (courrship) dan tingkah laku kawinnya (Mating). Dalam tingkah laku tersebut, ikan jantan dan betina dewasa sama-sama melepaskan sperma dan telur melalui bermacam cara agar terjadi pembuahan dengan tingkat keberhasilan yang tinggi. Selain dapat memberikan ketepatan waktu dalam pelepasan sperma dan telur agar pembuahan dapat berhasil baik, tingkah laku meminang juga dapat menjamin dua individu yang berpasangan tersebut berasal dari jenis yang sama. Individu jantan dari setiap jenis ikan mempunyai tanda-tanda atau sinyal tersendiri yang hanya dimengerti oleh betina dari jenisnya. Begitu pula ikan betina  mempunyai sinyal-sinyal khusus yang hanya dimengerti oleh individu jantannya (PATENT 1976).
Di alam sangat jarang terjadi perkawinan antar dua jenis ikan yang berbeda (Crossbreed). Andai pun terjadi, embrio yang dihasilkan biasanyatidak berkembang dengan baik. Walaupun dapat tumbuh hingga dewasa, individu tersebut biasanya menjadi individu steril (mandul) dan tidak dapat oduksi. Apabila seekor individu ikan membuat kesalahan dengan melakukan perkawinan dengan individu dari jenis lain,spemanya hanya akan terbuang percuma. Oleh karena itu, jenis-jenisyang hidup bersama di dalam lingkup yang sama, mempunyai tingkah laku inang dan tingkah laku kawin yang berbeda-beda, sehingga mereka hanya dapat melakukan perkawinan dengan pasangan dari yang sama (PATENT 1976). Biasanya individu jantan berperan aktif dalam  tahap pinangan daripada individu betina.  jantan harus dapat meyakinkan iduk betina untuk dapat  berpasangan dengannya, agar betina tersebut dapat bekerja hingga proses pembuahan dapat berhasil. Pada ikan-ikan karang, ikan jantan umunmya mempunyai warna yang mencolok dan lebih cerah daripada ikan betina. Selain untuk menarik perhatian ikan betina, warna yang cerah pada ikan-ikan betina juga dapat memberikan kesempatan ikan jantan tersebut untuk mengenalinya, karna umumnya ikan-ikan betina memiliki warna yang kusam dan corak tubuh kurang menarik (PATENT 1976). Ikanjantan juga biasanya bergerak aktif dan jantan seperti menari di sekitar ikan betina dapat menarik perhatiannya.umumnya ikan-ikan jantan dari Pomacanthidae memiliki tingkah laku, dengan cara berenang ke arah permukaan lalu turun kembali sambil melakukan gerakan-gerakan tertentu untu menarik perhatian ikan betinanya.Semasa musim kawin, ikan-ikan jantan biasanya memrubah dirinya dengan warna yang lebih terang seperti merah,atau hitam (PATENT 1976). Tingkah laku ini dapat memberikan pesan-pesan tertentu, antara lain adalah memberi tanda- tanda pada betina bahwa jantan tersebut telah siap untuk kawin. Hal ini menandakan pula pada ikan jantan lain bahwa ikan jantan tersebut telah  siap  untuk  mempertahankan wilayahnya , karena umumnya ikan-ikan jantan tersebut mulai membuat sarang pada musim kawin. Biasanya ikan-ikan yang bergerak lincah mempunyai warna tubuh yang cerah. Sedangkan ikan-ikan yang cenderung diam, atau pun yang berbentuk menakutkan, mempunyai warna yang cenderung pucat. Selain warna, pada jenis ikan lain yang siap kawin mempunyai tanda-tanda khusus, seperti bagian perut  yang membengkak pada ikan betina karena penuh berisi telur, yang juga dapat menarik minat ikan jantan. Jantan dan betina kadang juga mempunyai bentuk yang berbeda. Selain itu, tingkah laku ikan juga dapat membedakan jenis kelamin dan tingkat kedewasaannya. Ikan betina yang siap kawin mempunyai tingkah laku yang berbeda dengan ikan jantan ataupun ikan betina yang belum dewasa. Sebagai contoh adalah tingkah laku menggerak-gerakan sirip yang dapat menunjukkan’selera~ikan tersebut.  Pada ikan - ikan yang bergerak lincah, ketika musim kawin cenderung untuk membentangkan sirip mereka lebar-lebar, sebagai cara untuk berkomunikasi dengan yang lainnya (PATENT 1976). Tingkah laku meminang dan penjagaan wilayah secara detail berbeda-beda dari tiap jenis ikan teleosteik.  Tapi secam umum mempunyai cara  yang sama, ,yaitu umummya ikan jantan menentukan wilayah tertentu sebagai sarang dan daerah kekuasaannya selama masa reproduksi. Fungsi sarang tersebut antara lain adalah mempermudah ikan betinanya menemukan pasangannya dengan mendatangi daerah kekuasan ikan jantan tersebut. Daerah kekuasaan ikan merupakan tempat perlindungan yang aman bagi betina untuk meletakkan telur-telurya dan juga untuk membesarkan anak-anaknya . Di daerah kekuasaan tersebut, jantan cenderung mempertahankannya dari ikan jantan lain atau pun jenis yang lain.  Apabila ada ikan jantan lain berenang mendekat, maka ikan tersebut akan menyerangnya. Ada yang menggunakan lengan menghampiri ikan yang selagi  dengan mulut yang terbuka lebar sambil membentangkan sirip-siripnya ber tujuan untuk menakut-nakutinya. Biasanya ikan pendatang akan pergi, tetapi apabila tidak maka akan berkelahian baik dengan menggunakan tamparan sirip-siripnya, atau pun menggunakan ekornya. Umum nya jantan yang menjaga sarangnya selalu dalam perkelahian, sehingga proses perkawinan dapat berlangsung tanpa ada gangguan. Ikan-ikan yang hidup di daerah karang, biasanya memiliki wilayah untuk bereproduksi dan mengembang biak . Sebagai contoh adalah ikan-ikan (Amphiprion spp.) dan ikan Sersan (A budefdf sp.). Ikan Anemon atau jiru merupakan ikan yang hidup bersimbiosis dengan anemon. Mereka gunakan ananon sebagi tempat untuk hidup dan berkembang biak. Satu anemone kadang dijadikan sebagai tempat bagi hanya sepasang ikan anemon.
Pada ikan Sersan mayor , selama kawin mereka bergerak keluar batas karang. Di sana mereka berenang ketepian terumbu karang dengan arah yang berlawanan. ikan-ikan jantan bertugas mencari gua dan celah  karang, untuk kemudian memisahkan diri dari gerombolannya.  Apabila jantan telahh menemukan tempat yang untuk dijadikan sarangnya, mereka menetap hingga musim kawin selesai. Secara berangsur-angsur, beberapa ikan jantan akan berkoloni di dalam gua karang kemudian membuat sarang masing-masing. Mereka bekerja menggali dan membersihkan sarangnya untuk kemudian berdiam menunggu rombongan ikan dari jenisnya lewat. Ketika gerombolan ikan Sersan mayor melintasi sarangnya, ikan-ikan jantan tersebut bergerak aktif  untuk menarik perhatian betina. Beberapa betina kemudian mengikuti si jantan ke sarangnya, untuk kemudian meletakkan telur-telurya d i sana. Setelah rnelepaskan telur-telurnya,  ikan betina akan pergi meninggalkan sarang, sedangkan ikan jantan, setelah membuahi telur-telur tersebut, tetap berada di sarang untuk menjaga telur-telur hingga menetass (Gambar 2). Ikan jantan akan pergi meninggalkan sarangnya setelah telur- telur menetas dan membiarkan larva-larva ikan untuk bertahan hidup sendiri (PATENT 1976).
Meskipun tingkah laku secara visual merupakan ha1 yang paling penting dalam proses pinangan, beberapa jenis ikan juga mempunyai tingkah laku lain yang khas, seperti mengeluarkan bunyi-bunyian tertentu. Bunyi yang dikeluarkan oleh ikan jantan biasanya merupakan tanda peringatan bagi jantan lain yang memasuki wilayahnya, ataupun untuk menarik perhatian ikan betina.
Masa Memijah Proses memijah pada ikan berbeda- beda antar kelompok ikan. Umumnya ikan- ikan betina meletakkan telur-telurnya di dasar perairan untuk kemudian dibuahi oleh ikan jantan sementara ikan betina menungguinya. Pada jenis ikan lain, ada yang memijah dengan cara berenang berdekatan secara besama-sama, dan ada pula yang memodifikasi sirip ekorya (pada ikan jantan) untuk dilingkarkan pada tubuh betina, untuk kemudian keduanya secara bersama-sama melepaskan sperma dan telurr (PATENT 1976).
Banyak jenis ikan terutama yang hidup daerah tropis, bereproduksi sepanjang masa. Tetapi, kebanyakan jenis ikan mempunyai waktu” memijabnya sendiri-sendiri.
yang biasa memiijabnya pada bulan punama, la pula yang memijah ketika terjadi di air bahwa memijah pada ikan karang tropis, ,pyge inferruptus adalah berkisar pada Mei dan Oktober, dengan suhu dan matahari sebagai faktor pembatasnya tersebut tidak akan memijah pada suhu  22’C.   Ikan-ikan dari suku Pomacanthidae pada saat 10 menit sebelum sampai 5 sesudah terbenamnya matahari. Faktor lingkungan yang lain mengalami  terjadinya pemijahan adalah :
1. Pada daerah subtropis, pemijahan  terjadi pada musim semi dan awal panas, ketika itu makanan berlimpah tersedia waktu yang cukup bagi larva untuk tumbuh lebih kuat sebelum dating masa dingin ” (PATENT 1976).  Induk Ikan sebagai salah satu hewan perairan mempunyai cara  yang sangat beragam dan kadang kala melakukan hal- ha1 yang unik melindungi telurr-telurnya.  Beberapa yang hidup di perairan dangkal, menghasilkan telur yang lebih sedikit, tetapi akan cenderung melindungi telur-telur akan  dari bahaya atau pun  perubahan suhu.  Telur ada yang diletakkan pada tumbuhan air. Hal ini membuat telur tersebut tahan terhadap hempasan api mempermudah bagi pemangsa untukpermukan telur-telur tersebut. Penjagaan terhadap telur-telur tersebut indah yang mencegah mereka menjadi santapan yang lain. Menurut KIMBALL (1994), sangat sulit hewan akuatik yang memelihara telur- telumya setelah dibuahi. Beberapa ikan karang ada yang menjaga telur-telurya hingga menetas, dan tetap melindungi anaknya yang masih muda hingga mereka mampu hidup mandiri di perairan. Pada beberapa jenis ikan kedua induk baik induk  betina maupun  jantan menjaga telur dan anak anaknya yang masih muda. Sedangkan pada ikan-ikan gobi (suk” Gobiidae), hanya ikan jantan yang menjaga sarangnya yang berisi telur dari pemangsa. Ikan pari duri jantan membuat sarang dan menjaga serta memberi pada telur yang diletakkan di dalamnya. Secara khas jenis ini menghasilkan telur dalam jumlah yang tidak begitu banyak (KIMBALL 1994).
Beberapa jenis ikan sembilang betina bertingkah seperti mengerami telur-telurnya, mereka menutupi telur-telur tersebut dengan penutupnya hingga menetas. Sedangkan cara berbeda dilakukan ikan salmon yang bermigrasi ke perairan tawar (sungai) dengan kencang, dimana terdapat sedikit pemangsa yang hidup disana, untuk kemudian menguburkan telur-telumya di dasar pasir sebagai tindakan penjagaan (PATENT 1976).
Ada pula yang melakukan penjagaan terhadap telur dan anak-anaknya yang masih muda dengan menyimpan di dalamm mulutya (Mouth-bvxxfers). Ikan induk, biasanya betina, meletakkan telur-telurya di dalam mulut sampai saat menetas dan tetap menjaganya. Walaupun telah menetas, ikan- ikan kecil tersebut tetap menjadikan mulut induknya sebagai tempat perlindungan sampai mereka cukup kuat dan mampu mempertahankan diri sendiri. Contoh ikan dengan tingkah laku seperti ini terdapat pada ikan-ikan suku Apogonidae dan beberapa jenis ikan karang yang biasa hidup di lubang –lubang atau” gua karang. Selain sebagai tempat perlindungan telur atau anak-anak ikan dari musuh-musuhnya, mulut induk ikan juga berperan sebagai wadah inkubasi yang baik bagi telur- telur ikan.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

You can replace this text by going to "Layout" and then "Page Elements" section. Edit " About "

Powered By Blogger

Hot on this blog

Configure your calendar archive widget - Edit archive widget - Flat List - Newest first - Choose any Month/Year Format

Followers

About Me

Foto Saya
dian meutia putry
banda acheh, acheh, Indonesia
ku persembahkan semuanya untuk kasih dan cinta demi menggapai sebuah kebahagian yang akan kumiliki selamanya...
View my complete profile