jam weaker_yas

HUKUM HARDY - WEINBERG EVOLUSI


BAB I
PENDAHULUAN

1.1  LATAR BELAKANG
Pada tahun 1908, ahli Matematika Inggris G.H. Hardy dan seorang ahli Fisika Jerman W. Weinberg secara terpisah mengembangkan model matematika yang dapat menerangkan proses pewarisan tanpa mengubah struktur genetika di dalam populasi. Hukum Hardy-Weinberg menyatakan bahwa jumlah frekuensi alel di dalam populasi akan tetap seperti frekuensi awal, dengan beberapa persyaratan yaitu: populasi sangat besar, kawin acak, tidak ada perubahan di dalam unggun gen akibat mutasi, tidak terjadi migrasi individu ke dalam dan ke luar populasi, dan tidak ada seleksi alam (semua genotip mempunyai kesempatan yang sama dalam keberhasilan reproduksi).
Hukum Hardy-Weinberg memberikan standar ideal untuk para ahli genetika untuk membandingkan populasi yang sebenarnya dan mendeteksi perubahan evolusi. Dua hal utama dalam hukum Hardy-Weinberg, yaitu (1) Jika tidak ada gangguan maka frekuensi alel yang berbeda dalam populasi akan cenderung tetap/tidak berubah sepanjang waktu. (2) Dengan tidak adanya faktor pengganggu, maka frekuensi genotipe juga tidak akan berubah setelah generasi I.
.
1.2  RUMUSAN MASALAH

Adapun rumusan masalah dari makalah ini adalah :
  1. Apa manfaat hukum Hardy-Weinberg dalam evolusi.
  2. Apa pengaruh hukum Hardy-Weinberg dalam suatu populasi
1.3    TUJUAN
Adapun tujuan dari makalah ini yaitu :
1.      Mempelajari kesetimbangan Hardy-Weinberg.
2.     Dapat mengetahui apa itu hukum Hardy – Weinberg.

BAB II
PEMBAHASAN

2.1  Sejarah
Godfrey Harold Hardy seorang matematikawan Inggris dan Wilhelm Weinberg seorang dokter dari Jerman. Tahun 1908 secara terpisah menemukan dasar-dasar frekuensi alel dan genetik dalam suatu populasi terpisah menemukan suatu hubungan matematik dari frekuensi gen dalam populasi, yang kemudian dikenal dengan hukum Hardy-Weinberg (prinsip kesetimbangan). Pernyataan itu menegaskan bahwa frekuensi alel dan genotip suatu populasi (gene pool) selalu konstan dari generasi ke generasi dengan kondisi tertentu. Hukum ini digunakan sebagai parameter untuk mengetahui apakah dalam suatu populasi sedang berlangsung evolusi ataukah tidak.
2.2  Teori Hardy–Weinberg
Hukum Hardy-Weinberg menyatakan, “Di bawah suatu kondisi yang stabil, baik frekuensi gen maupun perbandingan genotip akan tetap (konstan) dari generasi ke generasi pada populasi yang berbiak secara seksual”.

Syarat berlakunya asas Hardy-Weinberg:

*      Setiap gen mempunyai viabilitas dan fertilitas yang sama
*      Perkawinan terjadi secara acak
*      Tidak terjadi mutasi gen atau frekuensi terjadinya mutasi, sama besar.
*      Tidak terjadi migrasi
*      Jumlah individu dari suatu populasi selalu besar

Jika lima syarat yang diajukan dalam kesetimbangan Hardy Weinberg tadi banyak dilanggar, jelas akan terjadi evolusi pada populasi tersebut, yang akan menyebabkan perubahan perbandingan alel dalam populasi tersebut. Definisi evolusi sekarang dapat dikatakan sebagai: ”Perubahan dari generasi ke generasi dalam hal frekuensi alel atau genotipe populasi”. Dalam perubahan dalam kumpulan gen ini (yang merupakan skala terkecil), spesifik dikenal sebagai mikroevolusi. Akan dibahas 5 penyebab mikroevolusi:

1.    Genetic Drift (Hanyutan Genetik)
Bayangkan anda melempar uang 10x dan mendapatkan hasil 3 angka,7 gambar. Anda masih bisa menerimanya. Jika anda melempar 100.000x dan mendapatkan 30.000x gambar, anda akan curiga dengan mata uang tersebut. Semakin kecil ukuran sampel, semakin besar peluangnya untuk terjadi penyimpangan dari hasil ideal yang diharapkan. Misalkan, ada populasi bunga liar yang anggaplah konstan terdiri dari 10 tumbuhan dengan AA=5, Aa=3, aa=1. Pada generasi pertama, hanya 5 yang bereproduksi (1AA, 3Aa, dan 1aa). Selanjutnya, akan terjadi 10 tumbuhan dengan AA=3, Aa=4, aa=3. Jika selenjutnya hanya 3 tumbuhan yang menghasilkan keturunan (2AA dan 1Aa), pastilah alel a semakin tereduksi dalam populasi tersebut. Inilah satu contoh mikroevolusi. Lainnya adalah Efek Leher Botol (Bottleneck Effect), yakni faktor non seleksi alam (misalkan bencana alam) yang memilih korban benar-korban secara acak). Contoh klasik dari efek leher botol adalah habisnya variasi genetik anjing laut gajah utara yang nyaris punah pada 1890 ketika jumlahnya hanya 20 ekor. Ketika diuji pada 1970-an, 30.000 anjing laut gajah utara tidak memiliki variasi genetik sama sekali yang dimungkinkan akibat pergeseran genetik. Perbandingan, variasi genetik melimpah pada anjing laut gajah selatan yang hidup tentram.
Hal ini mirip sekali dengan apa yang dinamakan dengan Efek Pendiri (Founder Effect), misalkan hanya ada beberapa biji-bijian yang terbawa oleh burung ke pulau kecil, jelas potensi untuk menghasilkan populasi yang berbeda dengan populasi tetuanya amat besar.

2.    Gene Flow (Aliran Genetik)
Gene Flow (Aliran Genetik adalah pelanggaran syarat Kesetimbangan Hardy-Weinberg yang mengatakan bahwa populasi harus terisolasi dari populasi lain. Misalkan ada dua populasi bunga liar. Jika serbuk sari aa dari populasi pertama tertiup ke populasi kedua, frekuensi alel aa akan meningkat terus pada populasi kedua.

3.  Mutasi
Meskipun mutasi dalam lokus gen tertentu jarang terjadi, dampak kumulatifnya dapat berakibat nyata. Hal ini disebabkan karena tiap individu punya ribuan gen dan banyak populasi memiliki jutaan individu. Tentunya dalam jangka panjang, mutasi sangat penting bagi evolusi karena posisinya sebagai sumber asli variasi genetik yang merupakan seleksi alam.

4.  Perkawinan Tak Acak
Perkawinan tak acak adalah pelanggaran syarat kesetimbangan Hardy-Weinberg yang mengharapkan perkawinan acak. Nyatanya, individu akan lebih sering kawin dengan tetangganya (bahkan kawin dengan dirinya sendiri/selfing yang amat umum pada tumbuhan). Hal ini akan mengurangi jumlah heterozygote dan meningkatkan jumlah homozygote dominan dan resesif. Pun ada jenis perkawinan berdasar pilihan (assortative mating), yakni individu (biasanya betina) cenderung memilih jantan dengan ciri-ciri khusus. Bisa ditebak, ini menyebabkan pergeseran dalam perbandingan alel tertentu.

5.  Seleksi Alam
Intinya adalah keberhasilan yang berbeda dalam reproduksi. Seleksi alam menyebabkan perbandingan alel yang diturunkan ke generasi berikutnya menjadi berubah dibandingkan perbandingan alel di populasi awal. Di antara semua faktor mikroevolusi yang kita bahas, hanya seleksi alam yang mampu menyesuaikan populasi dengan lingkungannya. Seleksi alam mengakumulasi dan mempertahankan genotipe yang menguntungkan dalam populasi. Jika lingkungan berubah, seleksi alam akan “merespons” dengan mempertahankan genotipe yang cocok dengan lingkungan yang baru. Akan tetapi, derajat adaptasi hanya dapat diperluas dalam ruang lingkup keanekaragaman genetik populasi tersebut.

Hukum Hardy-Weinberg ini berfungsi sebagai parameter evolusi dalam suatu populasi. Bila frekuensi gen dalam suatu populasi selalu konstan dari generasi ke generasi, maka populasi tersebut tidak mengalami evolusi. Bila salah satu saja syarat tidak dipenuhi maka frekuensi gen berubah, artinya populasi tersebut telah dan sedang mengalami evolusi.
2.3 Rumus hukum Hardy-Weinberg
 Persamaan hukum Hardy-Weinberg dapat dijelaskan berikut ini.
http://www.e-dukasi.net/file_storage/materi_pokok/MP_330/Image/rms1.jpg
Pada suatu lokus, gen hanya mempunyai dua alel dalam satu populasi. Para ahli genetika populasi menggunakan huruf p untuk mewakili frekuensi dari satu alel dan huruf q untuk mewakili frekuensi alel lainnya.
Bila frekuensi gen yang satu dinyatakan dengan simbol p dan alelnya dengan simbol q, maka secara matematis hukum tersebut dapat ditulis sebagai berikut:
P + q = 1                                            
(+ q) = 1
P + 2pq + q2 = 1
Pp + 2pq + qq = 1
Dimana :
pp = alel yang homozigot dominan
2pq = alel yang heterozigot
qq = alel yang homozigot resesif
Contoh penggunaan hukum ini adalah sebagai berikut:
1.    Bila dalam suatu populasi masyarakat terdapat perasa kertas PTC 64% sedangkan bukan perasa PTC (tt) 36%,
a.    Berapa frekuensi gen perasa (T) dan gen bukan perasa (t) dalam populasi tersebut?
b.    Berapakah rasio genotifnya?
            Jawab :
a.        Gen bukan perasa = tt = 36 %
                        tt = 36 %, maka t =  = 0.6
                        T + t = 1
                        T = 1 – 0.6 = 0.4
                        Frekuensi gen T = 0.4 = 40 %
                        Frekuensi gen t = 0.6 = 60 %
b.    TT = (0.4) 2 = o.16 = 16 %
Tt = 2Tt = 2 x 0.4 x 0.6 = 0.48 = 48 %
Tt = (0.6) x 2 = 0.36 = 36 %
Jadi perbandingan genotif  TT : Tt : tt = 16: 48: 36
1.      Dalam masyarakat A yang berpenduduk 10.000 orang terdapat 4 orang albino. Berapa orang pembawa sifat albino pada masyarakat tersebut?
Jawab :
a.       Orang albino = aa =  = 0.0004
a =  = 0.02
A + a = 1
A = 1- 0.02
    = 0.98
Jadi frekuensi gen A = 0.98 dan a = 0.02
b.      Orang pembawa sifat albino (Aa)
Aa = 2Aa = 2 x 0.98 x 0.02 = 0.0392 = 3.92 %
Berarti dalam populasi 10000 orang terdapat carrier albino sebanyak 10000 x 0.0392 = 392 orang.
BAB III
PENUTUP
3.1    KESIMPULAN
Dari hasil pembahasan diatas maka dapat kita ambil kesimpulan bahwa :
1.      Hukum Hardy-Weinberg menyatakan bahwa jumlah frekuensi alel di dalam populasi akan tetap seperti frekuensi awal, dengan beberapa persyaratan yaitu: populasi sangat besar, kawin acak, tidak ada perubahan di dalam unggun gen akibat mutasi, tidak terjadi migrasi individu ke dalam dan ke luar populasi, dan tidak ada seleksi alam.
2.      Apabila lima syarat dalam kesetimbangan Hardy Weinberg dilanggar, maka akan terjadi evolusi pada populasi tersebut, yang akan menyebabkan perubahan perbandingan alel dalam populasi tersebut.
3.      Perubahan dari generasi ke generasi dalam hal frekuensi alel atau genotipe populasi lebih spesifik dikenal sebagai mikroevolusi.


3.2 SARAN
Setelah mempelajari hukum Hardy-Weinberg diharapkan penulis dan pembaca dapat mengerti dan memahaminya.









DAFTAR PUSTAKA

Anonymous. 2009. Variasi Genetik. http:// I:\blog-evolusi-dan-seleksi-alam.php.htm.
Campbell, N. A. 2003. Biologi Edisi Kelima Jilid 2. Jakarta: Erlangga.
Corebima, tanpa tahun. Evolusi Makhluk Hidup. Ikip. Malang.














  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

PROPOSAL BIOLOGI (ZOOLOGY)


Identifikasi Jenis-Jenis Bentos Pada Ekosistem Manggrove Kawasan Desa Alue Naga Sebagai Media Praktikum Zoologi Invertebrta
A.    Latar Belakang  Masalah
Praktikum merupakan salah satu kegiatan mahasiswa  yang berlangsung di dalam labolatorium dengan  mempelajari sejumlah teori-teori yang telah dipelajari didalam kelas dan dibuktikan dari pengujian-pengujian labolatorium. Praktikum ini akan mendorong mahasiswa untuk melatih daya ingat, sehingga mahasiswa tidak hanya menerima apa yang ada dalam teori, namun dapat dibuktikan dengan sendirinya di labolatorium.
Selain praktikum yang dilakukan dilaboratorium, adanya pengamatan sendiri oleh mahasiswa di lapangan juga sangat membantu untuk memahami ilmu biologi itu sendiri secara lebih nyata. Salah satu pengamatan di lapangan bisa berbentuk pengamatan perilaku hewan, tumbuhan dan fungsi dari struktur tubuhnya untuk bertahan hidup yang merupakan salah satu objek dari zoology.
Zoologi adalah salah satu ilmu biologi yang menyangkut hewan dan aspek-aspek yang berbeda-beda dari kehidupan hewan. Zoologi ini dibedakan menjadi zoologi invertebrata dan zoologi vertebrata. Zoologi invertebrata merupakan pengetahuan tentang hewan-hewan yang tidak mempunyai tulang belakang. Zoologi invertebrata  ini merupakan salah satu mata kuliah untuk Jurusan Pendidikan Biologi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan yang berbobot 3 sks, dimana 2 sks untuk teori dan 1 sks lagi untuk praktikum.
Manggrove adalah tanaman pepohonan atau komunitas tanaman yang hidup diantara laut dan daratan yang dipengaruhi oleh pasang surut air laut. Kawasan manggrove Alue Naga yang mempunyai luas wilayah 12 ha terletak di tempat pertemuan antara muara sungai dan laut. Flora yang hidup di ekosistem mangrove Desa Alue Naga didominasi oleh tumbuhan bakau (Rhizopora mucronata). Berdasarkan hasil pengamatan fauna, yang terdapat pada ekosistem manggrove Desa Alue Naga di antaranya adalah burung, reptile, ikan dan hewan kecil yang termasuk invertebrata. Jenis hewan invertebrata yang jelas terlihat di ekosistem manggrove tersebut adalah bentos.
Bentos adalah semua organisme yang hidup pada lumpur, pasir, batu, kerikil, maupun sampah organik baik di dasar perairan maupun melekat pada subtrak. Bentos ini juga merupakan hewan melata, menetap, menempel, dan menggali lubang di dasar perairan. Komunitas fauna bentik terdiri dari lima kelompok yaitu moluska , pollychaeta, crustaceae, echinodermata, dan kelompok lain yang terdiri atas takson lain seperti sipuncilidae, pognophora dan lainnya.
Berdasarkan pengalaman  yang saya  peroleh dari  labolatorium ketika saya mengikuti praktikum zoologi invertebrata bahwa pelaksanaan praktikum zoologi terkadang tidak memenuhi persyaratan seperti apa yang ada dalam penuntun praktikum. Hal ini terjadi karena tidak tersedianya preparat seperti dalam penuntun praktikum. Hal ini terjadi Karena tidak tersedianya preparat seperti dalam penuntun praktikum misalnya (neanthes sp) dari kelas polychaeta filum annelida yang tidak ditemukan, sehingga pelaksanaan praktikum dari jenis hewan ini ditiadakan. Selain itu juga diketahui bahwa praktikum mengalami kesulitan dalam mengenal marfologi dari jenis hewan- hewan invertebrata yang terkadang hampir sama. Praktikan juga mempunyai kendala lain yaitu kesulitan dalam meperoleh preparat untuk pelaksanaan praktikum, karena preparat yang di cari terkadang terlalu jauh dari labolatorium atau tempat tinggal mahasiswa dan juga membutuhkan banyak biaya dan tenaga sehingga hal ini menjadi suatu kendala bagi mahasiwa dalam meperoleh preparat untuk pelaksanaan praktikum Zoologi Invertebrta.
Berdasarkan hal tersebut diatas penulis tertarik untuk melakukan penelitian tentang “Identifikasi Jenis-Jenis Bentos Pada Ekosistem Manggrove Kawasan Desa Alue Naga Sebagai Media Praktikum Zoologi Invertebrta”.
Pentingnya hal ini dilakukan agar dapat memberikan informasi kepada mahsiswa jurusan pendidikan biologi dalam mengenal jenis-jenis dan marfologi hewan- hewan invertebrata dan memudahkan mahasiswa dalam meperoleh preparat dengan memanfaatkan ekosistem manggrove yang ada serta sebagai masukan dalam pembuatan modul praktikum mata kuliah zoologi invertebrata dan juga buku saku yang berisikan jenis-jenis bentos.
B.     Rumusan masalah
1.        Jenis-jenis bentos apa saja yang terdapat pada ekosistem manggrove di Kawasan Desa Alue Naga ?
2.         Bagaimana pemamfaatan ekosistem manggrove kawasan Desa Alue Naga dapat di jadikan sebagai media praktikum mata kuliah Zoologi Invertebrata di jurusan Biologi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan ?
C.    Definisi Oprasional
1.        Praktikum
Praktikum adalah bagian pengajaran yang bertujuan agar siswa mendapat kesempatan untuk Mendapatkan kesempatan untuk menguji dan melaksanakan dalam keadaan nyata apa yang didapat dalam teori.
2.      Indentifikasi
Indentifikasi adalah proses pengenalan takson konsep lain dengan cara membandingkan antara pertelaan atau batasan takson konsep lain dengan takson tersebut, atau menyamakan dengan contoh specimen yang sudah diketahui identitasnya.
3.      Bentos
Bentos merupakan makhluk hidup yang hidup di perairan, baik yang melekat pada subtrak maupun yang bergerak bebas, ada yang hidup di permukaan subtrak dan hidup menggali lubang didasar perairan .
4.      Ekosistem Manggrove
Ekosistem manggrove adalah suatu sistem di alam tempat berlangsungnya kehidupan yang mencerminkan hubungan timbal balik antara makhluk hidup dengan lingkungannya dan diantara makhluk hidup itu sendiri , terdapat pada wilayah pesisir, terpengaruh pasang surut air laut , dan didominasi oleh spesies pohon atau semak yang khas dan mampu tumbuh di parairan asin/payau.
5.      Media
Media merupakan segala sesuatu baik berupa penunjang yang dapat memudahkan, menguatkan segala sesuatu dalam proses belajar mengajar.
 D.    Tujuan Penelitian
1.         Sumber pengetahuan bagi mahasiswa dalam mengenal jenis-jenis bentos.
2.         Untuk membuat  modul praktikum dan praparat untuk awetan dalam bentuk buku saku dengan memafaatkan Ekosistem Manggrove Desa Alue Naga sebagai media praktikum mata kuliah Zoologi Inverterbrata di Jurusan Pendidikan Biologi Universitas Syiah Kuala.
E.     Manfaat Penelitian
1.         Sebagai sumber pengatahuan bagi mahasiswa dalam mengenal jenis-jenis bentos.
2.         Mempermudah mahasiswa dalam praparat untuk melaksanakan pratikum mata kuliah Zoologi Inverterbrata.
3.         Untuk membuat modul praktikum mata kuliah Zoologi Inverterbrata dan praparat awetan jenis-jenis bentos yang terdapat pada ekosisitem manggrove Desa Alue Naga dalam bentuk buku saku.
F.     Tinjauan Perpustakaan
a.         Bentos
Bentos adalah organism-organisme yang hidup pada dasar perairan. Makrobentos merupakan hewan yang sebagian atau seluruh siklus hidupnya berada di dasar perairan baik yang sesil, merayap maupun yang menggali lubang. Organisme yang termasuk makrobentos diantaranya crustaceae, isopoda, decapoda, oligochaeta, mollusca, nematode dan annelida. Klasifikasi makrobentos menurut ukurannnya yaitu makrobentos merupakan bentos yang memiliki ukuran lebih besar dari 1 mm (0.04 inch), contohnya cacing pelecypod, anthozoa, echinodermata dan crustaceae. Meiobenthos merupakan benthos yang memiliki ukuran antara 0. 1- 1 mm, contohnya polychaeta, pelecypoda, copepod, ostracoda, nematode, turbellaria dan foraminifera. Mikrobentos merupakan bentos yang memiliki ukuran lebih kecil dari 0.1 mm, contohnya bakteri, diatom, ciliate, amoeba dan flagellate (Anonim 2007)
            Bentos memiliki daya tahan adaptasi berbeda- beda antara jenis yang satu dengan jenis yang lainnya, yaitu ada yang tahan terhadap keadaan perairan setempat, tetapi ada pula yang tidak tahan, sehingga keberadaan bentos tertentu dapat dijadikan petunjuk dalam menilai kualitas perairan tersebut. Hewan bentos hidup relative menetap, sehingga baik digunakan sebagai bioindikator lingkungan, karena selalu kontak dengan zat- zat yang amsuk ke habitatnya. Keberadaan hewan bentos pada suatu perairan sangat di pengaruhi oleh berbagai factor lingkunagn, abik biotik maupun abiotik ( Anonim 2007).
Komunitas bentos dapat juga dibedakan berdasarkan pergerakannya, yaitu kelompok hewan bentos yang hidupnya menetap (bentos sesile), dan hewan bentos yang hidupnya berpindah-pindah (motile). Hewan bentos yang hidup sesile seringkali digunakan sebagai indikator kondisi perairan (Setyobudiandi, 1997).
  b.    Ekosistem manggrove
Hutan manggrove adalah hutan yang terdapat di daerah pantai yang selalu atau secara teratur tergenang air laut dan terpengaruh oleh pasang surut air laut tetapi tidak terpengaruh oleh iklim. Sedangkan daerah pantai adalah daratan yang terletak di bagian hilir Daerah Aliran Sungai (DAS) yang berbatasan dengan laut dan masih dipengaruhi oleh pasang surut, dengan kelerengan kurang dari 8% (Departemen Kehutanan, 1994 dalam Santoso, 2000).
Karakteristik Ekosistem Hutan manggrove Salah satu karakteristik hutan dengan sumberdaya alam lainnya menurut Suparmoko (1989) adalah bahwa hutan mempunyai banyak manfaat ( multilpleuse ). Hal ini disebabkan karena selain sebagai produsen kayu, hutan jugamempunyai berbagai fungsi penting lainnya. Sehingga, dalam pengambilankeputusan mengenai macam penggunaan/pengelolaan hutan perlu diperhatikanbahwa tidak semua lahan cocok untuk semua bentuk pemanfaatan.
Menurut Nybakken (1992), Hutan manggrove meliputi pohon-pohon dan semak yang tergolong ke dalam 8 famili, dan terdiri atas 12 genera tumbuhan berbunga : Avicennie, Sonneratia, Rhyzophora, Bruguiera, Ceriops, Xylocarpus, Lummitzera, Laguncularia, Aegiceras, Aegiatilis, Snaeda, dan Conocarpus.
G.    Metode Penelitian      
            Metode yang dingunakan dalam penelitian ini adalah metode survey, dimana penetapan stasiun pengambilan sampel dilakukan dengan purposive sampling.
 1.         Tempat dan Waktu
Penelitian ini dilakukan di kawasan ekosistem Manggrove Desa Alue Naga Kecamatan Syiah Kuala Kota Banda Aceh dan waktu penelitiannya dimulai pada bulan Oktober – Desember 2012. Penelitian ini dilakukan ± selama 4 bulan.
2.         Populasi dan sampel
Populasi adalah keseluruhan objek penelitian sedangkan sampel adalah sebagian atau wakil populasi yang dijadikan sebagai subjek penelitian. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh kawasan ekosistem Manggrove Desa Alue Naga dengan Luas 12 ha atau 12000 . Sedangkan sampelnya adalah 10% dari populasi.
3.         Alat dan Bahan
a.     Alat penelitian
Patok kayu atau bingkai kuadrat 1x1 meter, kamera, saringan bertingkat, alat penggoresan, sekop botol, kantong plastic, kertas label , thermometer, salinometer, soil tester, buku catatan dan alat tulis untuk mencatat spesies yang ditemukan dilapangan, buku pedoman identifikasi.
b.    Bahan penelitian
Jenis-jenis bentos yang terdapat pada ekosistem manggrove Desa Alue Naga, Alkohol, Formalin.
4.      Teknik pengumpulan data
Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode survey, dimana penetapan stasiun pengambilan sampel dengan purposive sampling. Lokasi penelitian dibagi menjadi tiga stasiun berdasarkan  kondisi tambak. Adapun satasiun I merupakan tambak yang terdapat sampah, stasiun II pada tambak yang airnya tenang dan stasiun III yang airnya sedikit mengalir. Masing- masing stasiun ditentukan titik- titik pengambilan sampel. Setiap stasiun ada dua titik pengamatan yaitu pada daerah yang berlumpur dan daerah yang digenangi air. Pengambilan sampel pada setiap titik pengamatan di lakuakn dengan memilih jenis benthos yang termasuk epifauna yang terdapat pada subtract berlumpur dan menggunakan saringan bertingkat untuk menyaring air dan lumpur pada daerah yang di genangi air untuk mengambil bentos infauna.
1.      Prosedur kerja
a.       Ditentukan area pengambilan sampel 10% pada luas wilayah
b.      Dibaikan area tersebut dalam 3 stasiun berdasarkan kondisi tambak
c.       Pada setiap stasiun di tetapakan 2 titik pengamatan yaitu di tempat yang bersubtrak lumpur dan yang digenangi air.
d.      Pada titik pengamatan yang bersubtrat lumpur diletakkan bingkai kuadrat 1x 1 meter, kemudian dipilih jenis-jenis bentos efifauna yang terdapat diatas permukaan lumpur dan juga terdapat pada akar dan batang tumbuhan bakau serta yang melekat pada subtrak yang lain. Untuk jenis infauna yang terdapat di dalam lumpur dilakukan penggorokan dalam bingkai kuadrat tersebut dengan menggunakan sekop.
e.       Jenis bentos yang dipilih dimasukkan kedalam kantong plastik kemudian ditambahkan formalin 5% dan diberi label pada setiap kantong plastik.
f.       Pada titik pengamatan di tempat yang di genangi air dilakukan pengambilan sampel dengan menggunakan ember kemudian air dan lumpur tersebut dimasukkan kedalam saringan bertingkat, perlakuan ini dilakukan sampai 3 kali pengulangan.
g.      Hasil penyaringan dimasukkan ke dalam kantong plastik untuk spesies yang kelihatan yang lebih besar seperti filum moluska, dan dimasukkan kedalam botol untuk jenis bentos yang berukuran kecil.
h.      Ditambahkan formalin dalam botol yang berisikan jenis- jenis bentos agar bentos tidak hancur.
i.        Dilakukan pengukuran terhadap faktor fisik (pH, suhu, kedalaman, kecarahan, slinitas)
j.        Dilakukan identifikasi di labolatorium dengan mempergunakan buku identifkasi
k.      Sesudah diindetifikasi semua jenis bentos tersebut ditabulasikan kedalam table berdasarkan filum masing- masing.
 5.      Teknik Analisis Data
Data dalam penelitian ini dianlisis secara deskriktif dalam bentuk table dan gambar. Untuk memberikan informasi dan konstribusi yang jelas maka data juga disajikan dalam bentuk buku saku sebagai referensi di labolatorium jurusan Pendidikan Biologi UNIVERSITAS SYIAH KUALA serta modul praktikum Zoologi Invertebrta.
 Daftar Pustaka
Anonym. 2007.  Laporan Praktikum Oseanografi Biologi
Arikunto, suharsimi, prosedur Penelitian,  Jakarta: PT Asdi Mahasatya, 2006.
Aswandi Indra., struktur Komunitas Krustasea di Estuaria Cisadane dan Perairan Laut sekitarnya, Jakarta: LIPI, 2008.

Irwan, zoeraini Djamal.,Prinsip-Prinsip Ekologi, Jakarta: PT Bumi Aksara, 2008.
Jasir, Maskoeri.,sisitematika Hewan (inverterbrata dan verterbrata). Surabaya: Sinar wijaya, 1984.

Suswando,dkk., Kualitas Biologi Perairan Sungai Senapelan, Sago dan sail di
Kota pekanbaru Berdasarkan Biondikator Plankton dan Bentos, Riau: Laboratorium Zoologi PMIPA FKIP, 2004.
Suparmoko, 1989. Ekonomi Sumberdaya Alam dan Lingkungan . Pusat AntarUniversitas Gajah Mada. Yogyakarta.

Nybakken, J.W. 1992. Biologi Laut Suatu Pendekatan Ekologis. Alih bahasa oleh M.
Eidman., Koesoebiono., D.G. Bengen., M. Hutomo., S. Sukardjo. PT. Gramedia
Pustaka Utama. Jakarta, Indonesia.

Santoso, N., H.W. Arifin. 1998. Rehabilitas Hutan Mangrove Pada Jalur Hijau Di
Indonesia. Lembaga Pengkajian dan Pengembangan Mangrove (LPP Mangrove).
Jakarta, Indonesia.

Santoso, N. 2000. Pola Pengawasan Ekosistem Mangrove. Makalah disampaikan pada
Lokakarya Nasional Pengembangan Sistem Pengawasan Ekosistem Laut Tahun
2000. Jakarta, Indonesia.

DIAN MEUTIA PUTRY/ BIOLOGI 08 USK

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

KATA- KATA BIJAK

Dari hal-hal yang baik, aku belajar mengucap syukur. Dari hal-hal yang buruk, aku belajar untuk menjadi kuat.

Jangan takut untuk mencoba, Karena kesalahan adalah guru yang terbaik, jika kamu jujur mengakuinya dan mau belajar darinya.

Jangan pernah merasa dirimu tak cukup baik, karena bagi seseorang, kamu adalah yg terbaik.

Dalam cinta, jika kamu mencarinya, dia akan menghindarimu, tp jika kamu jadi orang yg pantas dicinta, dia akan mengelilingimu.

Dalam hidup, persiapkan dirimu sebaik mungkin, dan daripada menunggu kesempatan datang, lebih baik kamu menciptakannya.

Waktu terus berjalan, belajarlah dari masa lalu, bersiaplah tuk masa depan, berikanlah yg terbaik untuk hari ini.

Jangan terlalu tergantung pd orang lain, bahkan sahabatpun tak akan selalu ada untukmu. Jadilah pribadi yg MANDIRI.

Sahabat adalah seseorang yg selalu membuat hatimu bahagia. Sahabat selalu membuat hidup jauh lebih menyenangkan.

Ketika kamu merasa pendapatmu tak didengar, ketahuilah bahwa kamu tengah belajar tentang cara MENGHARGAI.

Jujur pada diri sendiri, selalu ikuti apa kata hati agar kamu tak perlu menyembunyikan apapun dalam hidup ini.

Tetap menjadi dirimu sendiri dlm dunia yg tak henti berusaha tuk buatmu berubah ini adalah prestasi terbesar dirimu.

Buaya tidak dapat menjulurkan lidahnya.

Ayam akan merontokkan bulunya ketika ia merasa stress.

Jangan pernah iri dengan apa yg orang lain miliki. Setiap orang punya masalahnya sendiri. Bersyukurlah untuk hidup ini.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

HAPPY DAY'S

dear's my blogs....
hari ini hari pertama pembekalan PPL.....rasanya seneng walopun di marahin krna agak telat maso....tapi lumanyan gak enak juga sech ....tpi rasa itu hilang semua ketika mendengar bpak itu ceramah sepanjang lebar...rasanya pengen ketawa terus- terusan... hahahahahahah....
tapi aq masi memikirkan ggimana yha PPl nanti..keknya belum da planning sama skalie nih...hampa n kosong gituee lah.....pdahalkan tinggal pejamkan mata waktu  PPL sudah di depan mata....
calo di ingad jadi takuuuudddd.....was- was...gimana jadiya nanti berhadapan dengan siswa SMP yang begitu bandel ,,,banyak tanya,,,,,nakal,,,,,,preman kelas....tpi yakin lah itu semua pasti bisa di hadapi...orang- orang saja bisa kenapa qta ndak bisa..kan gitue...jadi berpikrlah positive sebelum mencoba..yang penting jalani saja dnegan penuh rasa sabar..pasti bisa....

pulang dari pembekalan PPL tdie   singgah di darussalam makan mie ayam + mie bakso..lumanyan enak sueech...walopun ndak enak2 x gtue....porsi mhasiswa yhaa gtuee lah....
pulang dari situ masi sempet2ny beli baju..ampiunn dueechh....uudaa uang gak ada..masi juga beli baju...yanga nehnya ngutang poen jadie demi dapat satu baju baru...gilaa..dalam sebulan keknya sampe 8 pasang beli baju..gimana gak kere mendadak coba calo gtu teruz- terusaaann....

haruuss pande dalam memanajemen uang...perasaan susah x suueecchh....gmna mu miker kedepan calo gne ajha belum bisa...
haruuss bisa..haaruuss,,,,seperti orang dulu bilang...HEMAT PANGKAL KAYA....makanya berhemat- hematlah dari sekaarang calo ingin masa depan lebih bae..

udaahan dulu .....mu pergi nih...byee..beyee..meet soree...















  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

penderitaan itu bukan dari akhir segalanya..yakinkan

Penderitaan itu akan dialami oleh semua orang karena hal itu sudah merupakan resiko hidup, Tuhan memberikan kesenangan atau kebahagiaan kepada umatnya tetapi juga memberikan penderitaan dan kesedihan yang kadang bermakna agar manusia sadar untuk tidak lupa dari-NYA..
intensitas penderitaan itu bertingkat tingkat , ada yang berat dan ada juga yang ringan namun peranan individu juga yang menentukan berat tidaknya intensitas penderitaan misal suatu peristiwa yang dianggap penderitaan oleh seseorang belum tentu merupakan penderitaan bagi orang lain.

kepasrahan dan keyakinan bahwa kekuasaan Tuhan memang jauh lebih besar dari dirinya akan membuat manusia merasakan dirinya kecil dan menerima takdir, dalam kepasrahan demikianlah akan diperoleh suatu kedamaian dalam hatinya sehingga secara berangsur angsur akan berkurang penderitaan yang dialaminya

kadang- kadang juga ada saatnya dimana manusia tidak bisa memberi jalan keluar dari masalah yang di hadapi nya...dengan itu jangan pernah memendam masalah dengan sendirinya tanpa menceritakan kepada orang lain yang dapat di percaya untuk meminta jalan keluar dari masalah yang kita hadapi..karena tiap- tiap masalah pasti ada jalan keluarnya kecuali kita sendiri tidak mau mencari jalan itu hanya meratapi nasib dengan cara menangis, mengurung diri, menyesal, melakukan hal- hal yang tidak di inginkan..kerena hal itu bisa menambahkan masalah bukan meringankan suatu masalah... 
minta lah doa kepada sang pencipta dan berusaha untuk menenangkan pikiran dan hati untuk mencari jalan keluarnya sehingga sebesar apapun masalah yang kita hadapi akan terselesaikan...yakin dan percaya allah tidak akan memmberi suatu masalah di luar batas kemampuan manusia itu sendiri..yakin dan harus yakin...


karena masalah itu tidak akan pernah lari dari hidup...itu lah yang namanya hidup...maka slalu bersyukur kepada yang di atas...yang telah menciptakan langit dan bumi beserta isinya..ingad laa kepadanya slalue...

luuph u all.....( detik- detik maslah akan terselesaikan )

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

You can replace this text by going to "Layout" and then "Page Elements" section. Edit " About "

Powered By Blogger

Hot on this blog

Configure your calendar archive widget - Edit archive widget - Flat List - Newest first - Choose any Month/Year Format

Followers

About Me

Foto Saya
dian meutia putry
banda acheh, acheh, Indonesia
ku persembahkan semuanya untuk kasih dan cinta demi menggapai sebuah kebahagian yang akan kumiliki selamanya...
View my complete profile